Depan : Berita : Unilever Amanahkan PIRAC Evaluasi Program IHPP Yogya dan Jatim

Unilever Amanahkan PIRAC Evaluasi Program IHPP Yogya dan Jatim

DEPOK – Menyikapi kondisi kesehatan masyarakat Indonesia terutama masalah sanitasi yang berada di level rendah, karena itu sejak tahun 2000, Unilever Indonesia melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI) meluncurkan Public Health Education Program (PHE). Fokus program PHE ini  memberikan edukasi hidup sehat kepada masyarakat.

Untuk mengevaluasi keberhasilan program ini, YUI mempercayakan kepada PIRAC ( Public Interest Research and Advocacy Center) untuk mengadakan penelitian di wilayah Jawa Timur dan Jogjakarta, akhir Mei 2012 ini.

Seperti disampaikan Ninik Annisa, Manager Research PIRAC, tahun 2005, PHE meluncurkan program Integrated Health Promotion Program (IHPP) di Yogyakarta. Fokus dari IHPP ialah memberikan edukasi kesehatan pada anak usia sekolah dasar dan juga para ibu di Posyandu. Hingga saat ini, program ini telah direplikasi ke Jawa Barat, Jawa Timur, Makasar dan Medan.

Memasuki tahun 2007, lanjutnya, PHE juga berfokus kepada isu pencegahan HIV/AIDS sejalan dengan meningkatnya penderita HIV/AIDS di Indonesia. Berawal dari proyek “Brani Ngomong Brani Buktiin”, sebuah kegiatan kerjasama antara Yayasan Unilever, Close Up, Yayasan Cinta Anak Bangsa, Radio Prambors dan Music Television Indonesia, kegiatan ini kemudian menjadi program pendidikan remaja usia SMP dan SMU untuk pencegahan HIV/AIDS. Program ini disebut Surabaya Stop AIDS pada tahun 2008 dan Jakarta Stop AIDS pada tahun 2010.

“Fokus ketiga dari PHE ialah program nutrisi. Unilever bermitra dengan World Food Programme dengan tajuk “Together for Child Vitality” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kecukupan gizi dan sekaligus untuk membantu anak-anak yang menderita malnutrisi,” jelas Ninik.

Hingga saat ini, PHE sudah memasukkan unsur edukasi perilaku hidup bersih dan sehat ke dalam program. Sementara memasuki kuartal 2010, program kemitraan akan fokus kepada kampanye keanekaragaman pangan sebagai upaya mengaktifkan kembali bahan makanan local yang bernutrisi sebagai asupan dalam masyarakat di Lombok Timur. Tentu banyak pengalaman berharga dan pembelajaran yang dapat dipeting dari program ini.

Dikatakan Ninik, setelah ketiga fokus program itu berjalan, tentu diperlukan sebuah studi evaluasi untuk mengkaji apakah program ini tetap sasaran atau tidak dan bagaimana effektifitas dampak dari program itu. Sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan menentukan program yang efektif untuk perbaikan pelaksanaan program di masa mendatang. – Maifil

Lihat juga

Diskusi Publik : Dukungan Filantropi untuk Program Bantuan Hukum Warga Miskin dan Kelompok Rentan

Panelis yang terdiri dari Ari Syarifudin (PIRAC), M. Arifin Purwakanta (BAZNAS) dan Prof. Dr. HR. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *