Depan : Buku : Bukan Sekedar Berbisnis

Bukan Sekedar Berbisnis

Sejak 2001, di tengah situasi ketika masyarakat Indonesia belum sepenuhnya terlepas dari dampak “krisis moneter”, bangsa ini seolah tidak kunjung henti dirundung malang.

Bencana demi bencana saling susul-menyusul: banjir, gempa bumi, dari Nabire, Maumere, Lampung, Bengkulu, terus ke utara sampai puncaknya, Nias dan Banda Aceh, yang dihancurleburkan oleh Tsunami dan rentetan gempa bumi yang mengikutinya.

Ratusan ribu korban, yang tewas maupun hidup, memerlukan uluran tangan semua pihak. Dan begitulah, seluruh jajaran masyarakat – nasional sampai internasional – secara spontan bahu-membahu menggalang berbagai bentuk bantuan.

Bahkan, sebagian orang berpendapat, kita kini dilanda “tsunami bantuan”. Betapa tidak? Kita mendengar kabar di Inggris, misalnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan telah berhasil mengumpulkan dana bantuan dari publik sebesar 300 juta poundsterling.Di belanda 180 juta Euro. Belum lagi di Kanada, di Amerika Serikat, di Jepang, dan seterusnya.

Di dalam negeri sendiri berbagai organisasi telah mengumpulkan rupiah sampai ratusan, kalau tidak malah triliunan, jumlahnya. Belum lagi bantuan yang datang dari institusi-institusi pemerintahan dari seluruh penjuru dunia.

Di tengah perkembangan yang kita harap makin membaik ini, pengetahuan tentang kegiatan dan kiprah dunia usaha dalam kegiatan sosial sangatlah diperlukan. Buku ini merupakan studi kasus yang dilakukan di lima perusahaan yang memiliki program community development secara lebih terencana. Kelima perusahaan tersebut adalah Bogasari Flour Mills, Citibank dengan programnya Citybank Peka, Coca Cola Indonesia, PT Riau Andalan Pulp and Paper, dan Rio Tinto. Studi kasus ini mencoba memberikan gambaran yang terinci mengenai bentuk-bentuk keterlibatan perusahaan dalam program pengembangan masyarakat (community development).

Buku ini ditulis oleh Rustam Ibrahim, seorang tokoh senior dan berpengalaman luas di dunia masyarakat sipil Indonesia dan internasional. Buku yang diterbitkan pada tahun 2005 oleh PIRAMEDIA ini, sangat layak anda koleksi.

 

Lihat juga

Kebijakan Insentif Perpajakan Untuk Organisasi Nirlaba

Kebijakan Insentif Perpajakan untuk Organisasi Nirlaba – Pengalaman Mancanegara Salah satu faktor pendorong berkembangnya sektor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *