Depan : Fundraising : Fundraising untuk Media Komunitas

Fundraising untuk Media Komunitas

Media komunitas, juga sering disebut sebagai media warga, merupakan layanan publikasi atau penyiaran yang bertujuan nirlaba, berbasis, dimiliki dan dikendalikan oleh komunitas atau asosiasi tertentu, yayasan dan wali amanah. Media komunitas tumbuh dari kerinduan akan penguatan komunitas-komunitas basis masyarakat yang selama orde baru tercerai berai oleh praktek developmentalisme dan penyeragaman sosial politik.

Media komunitas juga merupakan bentuk perlawanan terhadap penyeragaman dan hegemoni informasi dan komunikasi yang di era reformasi dipraktekkan oleh korporasi media.

Namun, eksistensi dan keberlanjutan media komunitas tengah mengalami tantangan dan ancaman. Beberapa penelitian dan pemberitaan menyebut bahwa ratusan media komunitas yang tumbuh dan berkembang pasca reformasi tersendat, tidak berkembang, bahkan berhenti beroperasi karena minimnya dukungan pendanaan. Sebuah riset yang dilakukan oleh Masduki, misalnya, menemukan fakta bahwa di Jateng dan Jogja terdapat lebih dari 30 radio komunitas telah berhenti siaran karena minimnya dukungan pendanaan.

Hasil asesment awal yang dilakukan PIRAC mencatat beberapa masalah yang dihadapi para pengelola media komunitas dalam membiayai program siaran, penerbitan dan penyebaran informasi, yakni:

•    Minimnya informasi dan referensi mengenai sumber-sumber daya dan dukungan bagi media komunitas. Mereka umumnya mengandalkan dukungan pendanaan dari hibah lembaga donor, sumbangan masyarakat yang terbatas, atau perolehan iklan

•    Terbatasnya informasi mengenai beragam skema pendanaan dan model fundraising (penggalangan dana/daya) untuk media komunitas

•    Minimnya kapasitas pengelola media dalam menggalang dukungan dan sumber daya untuk pendanaan program dan keberlanjutan organisasinya

•    Terbatasnya upaya dan kesempatan dalam melakukan kampanye dan menggalang dukungan dan kemitraan antara kepada calon-calon pendukung dan donatur (individu, perusahaan, yayasan amal, dll)

Pada saat yang sama, kegiatan filantropi (kedermawanan sosial) dan CSR (Corporate Social Responsibility) di Indonesia tengah berkembang dengan pesat. Berbagai Survei dan studi kasus yang dilakukan PIRAC menunjukkan bahwa sumbangan sosial (dana, inkind & volunteer) dari individu masyarakat, sektor swasta, program dompet/pundi media, serta lembaga filantropi lokal potensinya cukup besar dan bisa menjadi alternatif sumber pendanaan.

Berbagai organisasi sosial sudah memanfaatkan potensi ini dengan mengembangkan skema-skema fundraising yang inovatif, seperti canvassing, direct mail/email, event, media campaign, caused related marketing, sms donasi, serta social media untuk menggalang dukungan masyarakat dan sektor swasta. Dengan pendekatan yang inovatif ini, mereka bisa menggalang sumbangan milyaran rupiah untuk mendanai program dan operasional organisasinya.

Pengelola media komunitas juga bisa melakukan upaya yang sama dan memanfaatkan potensi filantropi dan CSR untuk mengatasi masalahnya pendanaan dan keberlanjutan medianya. Penggalangan sumber daya lokal ini sebenarnya sudah mulai dilakukan, meski upaya-upaya semacam ini belum menjadi arus utama di kalangan pegiat media komunitas.

PIRAC mencatat beberapa inisiatif fundraising yang dilakukan untuk keberlanjutan media komunitas, seperti penggalangan sumberdaya berbasis aset lokal, berbasis keanggotaan, berbasis diaspora, berbasis usaha sosial dan sebagainya. Misalnya, Radio Hapsari FM yang berhasil eksis dan berkembang melalui strategi membership, earned income dan donasi dari kaum perempuan yang menjadi anggota perkumpulan Hapsari.

Sementara Tabloid Stanplat di Temanggung bisa dihidupi dan dikembangkan melalui iuran pelanggan, iklan terbatas, donasi dari para perantau.Temanggung di berbagai kota besar. Rasa solidaritas, kesamaan identitas dan rasa kepemilikan bersama menjadi modal sosial dan budaya keberlanjutan media komunitas tersebut.

Untuk membantu mengatasi persoalan pendanaan media komunitas, Sekolah Fundraising PIRAC saat ini akan memulai program Pengembangan Skema Pendanaan dan Strategi Mobilisasi Sumber Daya untuk Keberlanjutan Media komunitas di Indonesia. Program yang merupakan kerjasama Sekolah Fundraising PIRAC dengan Cipta Media Bersama yang didukung oleh Ford Foundation ini akan dimulai bulan Juni 2012 hingga Mei 2013.

– Nor Hiqmah, Manager Training, PIRAC

Lihat juga

Creating Winning Fundraising Training di Kupang

Creating Winning Fundraising Training di Kupang

Sebagai wujud komitmen Oxfam untuk keberlanjutan program di lembaga mitranya, Oxfam menyelenggarakan kegiatan training fundraising …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *