Depan : Berita : Rakom Cemara: Lahir untuk Menjaga Taman Nasional Rawa Aopa

Rakom Cemara: Lahir untuk Menjaga Taman Nasional Rawa Aopa

TASAHEA – Radio Komunitas (Rakom) Cemara FM dipancarkan lewat gelombang 107,60 MHZ, awal berdiri bernama Radio Formastrip FM karena didirikan oleh masyarakat Desa Tasahea, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tirawuta Peduli Taman Nasional Rawa Aopa Watumohi (Formastrip). Forum ini bergerak secara simultan untuk mengajak masyarakat agar tidak merusak hutan di sekitar mereka.

Seperti diceritakan Direktur Utama Rakom Cemara, Mustakim Darwis kepada FundMedia, kesadaran sekolompok masyarakat Tasahea terus mengental. Mereka yakin, jika hutan di sekeliling mereka rusak, suatu saat mereka yang tinggal di sekitar hutan tersebut akan terkena dampaknya. Karena itu, secara swadaya mereka bersikeras untuk mengajak masyarakat lain untuk melindungi hutan. Apalagi hutan di sekitar mereka sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai cagar alam Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai .

Awalnya kampanye pelestarian hutan dimulai dari orang ke orang, kemudian berlanjut sampai ke pertemuan warga, kampanye untuk menjaga lingkungan terus dilakukan oleh forum ini. Upaya Formastrip mendapat apresiasi dari pemerintah setempat, Camat Tirawuta mengajak mereka berkumpul. Selain Formastrip, Camat juga mengundang beberapa lembaga lain yang juga mempunyai kepedulian yang sama dengan Formastrip.

Dalam acara tersebut diperbincangkan bagaimana cara melindungi Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Hal ini menjadi bahasan penting dikarenakan masih ada ditemukan orang-orang yang sengaja melakukan penebangan maupun perusakan hutan secara alami. Dalam pertemuan itu, ada banyak usulan yang mengemuka.

Setelah melakukan pertimbangan berbagai usulan, hadirin sepakat melakukan upaya penyadaran pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat sekitar taman nasional. Upaya penyadaran ini harus dilakukan secara berkesinambungan dalam bentuk penyuluhan rutin dan itu tidak bisa hanya dilakukan sebulan sekali ataupun mungkin dalam waktu tertentu.

Setelah pertimbangan yang benar-benar matang, hadirin mengusulkan untuk mendirikan stasiun penyiaran radio, yang nantinya radio ini berfungsi menyampaikan penyuluhan setiap saat. Usulan tersebut akhirnya disepakati bersama.

Seusai pertemuan, generasi muda yang tergabung dengan Formastrip mulai melakukan upaya-upaya penghimpunan resource untuk mendirikan stasiun radio. Berbasis dukungan masyarakat, pada tahun 2003, Radio Formastrip FM pun mengudara. – Maifil Eka Putra, Sekolah Fundraising PIRAC

Lihat juga

Nelurusin Sejarah, Mungutin Sampah

Siaran Pers Napak Tilas Ciliwung  Jembatan Panus Bangun Ruang Kesadaran Sejarah dan Kecintaan Alam Lingkungan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *