Depan : Berita : Festival Gempita : Festival gerakan muda untuk melawan kekerasan dan intoleransi

Festival Gempita : Festival gerakan muda untuk melawan kekerasan dan intoleransi

Indonesia sudah lama terjangkit wabah isu hoax, radikalisme dan sikap intoleransi. Hal tersebut menjadi ancaman besar bagi Indonesia yakni disintegrasi bangsa. Tak pelak, para pemuda yang sadar akan ancaman tersebut melakukan berbagai cara pencegahan, salah satunya yakni Nor Hiqmah. Nor Hiqmah sebagai direktur PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) menggagas sebuah gerakan muda untuk melawan kekerasan dan intoleransi. Nor Hiqmah menggagas berdirinya suatu gerakan yakni GEMPITA (Gerakan Muda Pendukung Toleransi dan Anti Kekerasan) dengan beberapa lembaga seperti Wahid Foundation, KPAI, dan beberapa Dinas terkait.

Gempita menggelar acara festival keberagaman dan deklarasi kaum muda untuk melawan intoleransi di Kota Depok. Festival tersebut digelar di pendopo SMAN 4 Depok dan dihadiri ratusan siswa dari berbagai sekolah. Mereka membubuhkan tanda tangan atas dukungan dan aksi melawan sikap intoleransi di Kota Depok.

Festival Gempita dimeriahkan dengan berbagai macam aksi dan seni tradisional hingga modern seperti menampilkan tari-tarian, musik, standup comedi dan aksi orasi ilmiah. Dalam festival ini juga diadakan talkshow dengan tema “Membangun Toleransi di Kalangan Kaum Muda”. Talkshow ini dihadiri narasumber Siti Kholisah dari Wahid Foundation, Retno Listyarti dari KPAI dan Pak Umar dari perwakilan Dinas Kota Depok. “Selama seseorang di didik dengan dengan kekerasan maka kekerasan tidak akan ada putusnya” ujar Retno Listyarti dalam talkshownya. Selain Retno, Pak Umar juga bertutur “3 aspek utama mendidik anak didik adalah mengajarkan mereka untuk kritis, aktif dan kreatif”.

Dalam Festival Gempita, Hiqmah menuturka bahwa GEMPITA telah bergrak dan berkiprah sejak Maret 2018. “Dalam kurun waktu 6 bulan, serangkaian sosialisasi dan kegiatan di sekolah sekolah SMA sederajat telah dilakukan,” tuturnya. Selama 6 bulan terdapat serangkaian sosialisasi dan kegiatan di sekolah-sekolah (SMA dan sederajat) yang telah dilakukan seperti deklarasi Sekolah Gempita, Coaching Siswa untuk Toleransi dan Anti Kekerasan di SMA/SMK se-Kota Depok, Aneka Lomba dan Workshop Guru Gempita serta Festival Gempita.

“Deklarasi kaum muda Depok diharapkan dapat memupuk nilai solidaritas, keterbukaan, menerima keindahan perbedaan agar Depok dapat menjadi kota yang toleran, damai, dan menghargai nilai nilai kemanusiaan.” Pungkas Nor Hiqmah.

Lihat juga

Workshop “Creative Thinking as a problem solving tool for NGO”

Berpikir kreatif merupakan tuntutan untuk mendukung keberlanjutan sebuah organisasi. Tanpa adanya kreativitas yang dilakukan secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *