Depan : Berita : Apresiasi inovasi anak muda melalui #ChangeMakers Award/SDGs PIPE

Apresiasi inovasi anak muda melalui #ChangeMakers Award/SDGs PIPE

PIRAC bersama tiga lembaga lain yakni Go Global Indonesi (GGI), Perkumpulan Filantropi Indonesia (PFI), dan CampaignID dalam Bulan November 2018 ini telah menyelenggarakan sebuah program bertajuk Changemaker Award/SGDs PIPE. Program ini merupakan ajang apresiasi terhadap para pemuda di seluruh Indonesia atas inovasi mereka di berbagai bidang dan turut berkontribusi dalam pencapaian SDGs di Indonesia.

Tahap pendaftaran dilakukan melalui situs CampaignID telah berhasil menjaring 160-an aplikasi inovasi dalam berbagai bidang yaitu peace building, women and youth empowerment, education, environmental, dan maternal and newborn mortality. Melalui tahap seleksi yang meliputi seleksi administrasi dan konten, terpilih sebanyak 20 inovasi untuk mengikuti tahapan penjurian (pitching) di Jakarta. Daftar finalis dapat dilihat di tautan berikut: https://www.campaign.com/SDGPIPE

Proses penjurian dilakukan selama dua hari pada acara Festival Filantropi Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), 15 dan 16 November 2018. Pada kesempatan itu, seluruh finalis mempresentasikan inovasi program mereka di hadapan dewan juri yang teridir terdiri dari Sinta Kaniawati (Yayasan Unilever Indonesia), Hning Wicaksono (Yayasan Sahabat Multibintang), Edwin Tanga (Indoestri), Dian Hasan (Impact Hub), dan Michelle (William and Lily Foundation).

Proses pitching di JCC merupakan kesempatan bagi para finalis untuk menjelaskan projek inovasi mereka secara lebih detail di hadapan para juri dan sesama finalis. Di situ dijelaskan bentuk inovasi yang dilakukan, dampak inovasi, dan potensi keberlanjutan. Setiap finalis diberi waktu lima menit untuk presentasi dan sepuluh menit  waktu tanya jawab dengan dewan juri. Ke-20 finalis memperebutkan posisi 10 besar yang akan melanjutkan ke tahapan “Knowledge Dimsum” sebagai proses seleksi tahap selanjutnya.

Knowledge Dimsum merupakan kesempatan bagi para finalis untuk mengeksplorasi dan ‘menjual’ gagasan inovasi mereka di hadapan para audiensi yang lebih luas lagi yang terdiri dari para praktisi dan ‘investor’ dari kalangan filantropis. Selain itu, melalui ajang ini dapat terbangun interaksi dua arah antara para inovator yang adalah anak-anak muda dengan para ‘senior’ mereka sehingga dapat terjadi proses saling membangun selain terciptanya proses ‘membeli gagasan’ tadi. Pada prakteknya terjadi sedikit perubahan format acara menyesuaikan jumlah investro yang datang tanpa mengurangi esensi kegiatan.

Keseluruhan proses seleksi menyisakan lima inovator yang akan mendapatkan apresiasi dan memperoleh berbagai benefit yang telah disiapkan oleh penyelenggara berupa pelatihan dan funding seeds (dana pengembangan program). Daftar pemenang dapat dilihat di tautan berikut: https://www.instagram.com/p/BqpMhkJATYU/.

Proses pemberian penghargaan (Awarding Event) dilakukan pada Tanggal 5 Desember 2018 bertepatan dengan hari volunteer internasional (International Volunteer Day).

Lihat juga

Workshop “Creative Thinking as a problem solving tool for NGO”

Berpikir kreatif merupakan tuntutan untuk mendukung keberlanjutan sebuah organisasi. Tanpa adanya kreativitas yang dilakukan secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *