Depan : Berita : Dunia filantropi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia

Dunia filantropi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia

Kompleksitas persoalan pendidikan di Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan termasuk kalangan filantropi. Hal ini terungkap dalam diskusi kelompok berfokus atau FGD bertajuk “Filantropi untuk Pendidikan Indonesia” yang digelar di sekretariat Perkumpulan Filantropi Indonesia (PFI) di kawasan Gunungsahari, Jakarta Pusat, Rabu 31 Oktober 2018.

Dalam diskusi yang diikuti oleh 19 lembaga filantropi yang memiliki program di bidang pendidikan ini juga terungkap bahwa fokus garapan tiap-tiap lembaga filantropi sangat bervariasi, mencerminkan persoalan dunia pendidikan yang juga kompleks dan beragam. Ada yang fokus di penyediaan infrastruktur, ada yang fokus pada beasiswa, peningkatan kapasitas guru, dan lain sebagainya.

Dana Kemanusiaan Kompas misalnya, memiliki fokus pada pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung pendidikan seperti perpustakaan dan lainnya. Beberapa lemabga lainnya fokus pada pemberian beasiswa seperti Tanoto Foundation, Djarum Foundation, dan lembaga filantropi lain termasuk oleh sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) semisal Dompet Dhuafa, Baitul Maal Hidayatullah, Rumah Zakat, dan lain-lain. Selain keragaman fokus bidang yang dikerjakan, daerah sebaran lokasi program pendidikan yang dijalankan juga sangat luas atau hampir berada di setiap provinsi.

Perlunya membangun sinergi

Kompleksitas persoalan ditambah cakupan wilayah yang luas memunculkan gagasan untuk bersinergi antar lembaga filantropi untuk menghasilkan dampak lebih besar. Beberapa upaya yang sudah dilakukan saat ini seperti penelitian untuk mendalami bidang prioritas yang harus ditangani oleh dunia filantropi dalam waktu dekat dengan dampak yang paling signifikan (Transformative Impact).

Penelitian Asia Philanthropy Circle (APC) baru-baru ini merekomendasikan setidaknya ada empat bidang sasaran prioritas di dunia pendidikan yang perlu mendapat perhatian mencakup 1) peningkatan kualitas guru; 2) kepemimpinan dan pengelolaan sekolah yang baik; 3) pendidikan vokasi; 4) pendidikan anak usia dini.

Contoh upaya kemitraan dunia filantropi yang tengah dijalankan yakni dengan platform basis data bersama berisi daftar lembaga filantropi, bentuk program yang dilakukan, serta daerah sasaran program. Basis data ini dapat memudahkan koordinasi antar pegiat filantropi serta untuk menghindari tumpang tindih program program yang dilakukan. Platform database online sedang digagas oleh Tanoto Foundation bekerja sama dengan Djarum Foundation dan Asia Philanthropy Circle (APC).

Lihat juga

Workshop “Creative Thinking as a problem solving tool for NGO”

Berpikir kreatif merupakan tuntutan untuk mendukung keberlanjutan sebuah organisasi. Tanpa adanya kreativitas yang dilakukan secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *